Postingan

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK K.H ZEZEN ZAINAL ABIDIN BAZUL ASHAB,PENDIRI PONDOK PESANTREN AZZAINIYYAH-SUKABUMI

Gambar
Profil K.H Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab,Ulama yang Diusulkan Jadi Nama Jalan di Sukabumi. Nama ulama kharismatik KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab diusulkan Bupati Sukabumi saat itu,Marwan Hamami menjadi pengganti nama Jalan Pondok Halimun Desa Perbawati Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Rencana perubahan nama ini kemudian disepakati warga dan pemerintah daerah setempat, Rabu (27/9/2023). Berdasarkan keterangan pihak keluarga , KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab yang juga akrab disapa Pangersa Uwa atau Ajengan Zezen, lahir tanggal 17 Februari 1955 di Kampung Nagrog Sinar Barokah, Desa Perbawati (dulu Desa Karawang), Kecamatan/Kabupaten Sukabumi Sang ulama merupakan putera dari pasangan KH. Zayadi dan Hj. Halimah. Sang ibu mempunyai garis keturunan dari Sunan Gunung Djati, yang nasabnya sampai kepada Rasulullah  SAW. Bila diurutkan, nasabnya adalah KH. Zezen ZA Bazul Asyhab bin Hj. Halimah binti KH. Abdurrohman bin KH. Kahfi bin Ayah Aliman bin Abah Syaebah bin Ayah Gabid bin A...

Guru Madrasah Melakukan Aksi Demo, Tuntut Kesetaraan Hak PPPK di DPR

Gambar
Ratusan guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, kembali berangkat ke Jakarta untuk menyuarakan tuntutan kesetaraan hak dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka bergabung bersama ribuan guru madrasah dan guru sekolah swasta dari berbagai daerah di Indonesia dalam aksi bertajuk SIAGA (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB usai massa melaksanakan salat dzuhur. Sebelumnya, para peserta yang telah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB melakukan long march sejauh sekitar tiga kilometer menuju kawasan parlemen sambil menyampaikan orasi secara damai bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Koordinator PGMM Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Andri Ginanjar mengatakan,**aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan para guru madra...

Membangun Disiplin Belajar Anak Kelas 1 SD/MI Tanpa Marah-Marah

Gambar
Memasuki kelas 1 SD/MI adalah fase besar dalam kehidupan anak maupun orang tua. Anak yang sebelumnya lebih banyak bermain kini mulai mengenal jadwal, tugas, aturan sekolah, hingga tanggung jawab belajar di rumah. Tidak sedikit orang tua yang merasa kewalahan menghadapi perubahan ini. Saya pernah berada di posisi itu. Awalnya saya berpikir, “Kalau anak sudah masuk SD atau MI, pasti otomatis lebih mudah diarahkan belajar.” Ternyata tidak sesederhana itu. Ada hari-hari ketika anak menolak membuka buku, lebih memilih bermain, atau tiba-tiba menangis hanya karena diminta menulis beberapa baris huruf. Di situlah saya menyadari satu hal penting: anak kelas 1 SD/MI belum membutuhkan tekanan untuk rajin belajar, tetapi membutuhkan kebiasaan dan pendampingan yang konsisten. Disiplin Belajar Bukan Berarti Anak Harus Selalu Duduk Diam Banyak orang tua membayangkan disiplin belajar sebagai kondisi di mana anak duduk rapi selama satu jam penuh sambil mengerjakan tugas tanpa mengeluh. Padahal, ...

Mendidik Anak Usia Madrasah Ibtidaiyah: Membentuk Generasi Berilmu dan Berakhlak

Gambar
Anak usia Madrasah Ibtidaiyah (MI), yaitu sekitar 6–12 tahun, berada pada masa penting dalam perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual. Pada tahap ini, anak tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memperdalam pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan membentuk anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki dasar keimanan yang kuat. Pentingnya Penanaman Nilai Agama Sejak Dini Di Madrasah Ibtidaiyah, anak mulai belajar Al-Qur’an, akidah, akhlak, dan ibadah. Orang tua dan guru perlu membimbing anak agar tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti shalat tepat waktu, berkata jujur, dan menghormati orang lain. Pembiasaan ini akan membentuk karakter Islami yang kuat. Membiasakan Disiplin dan Tanggung Jawab Anak perlu dilatih untuk disiplin dalam belajar, mengerjakan tugas, dan menaati aturan. Disiplin membantu anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri. Orang...

Pondok Pesantren Azzainiyyah: Benteng Ilmu Salafi di Tengah Keindahan Sukabumi

PENDAHULUAN : Di lereng pegunungan hijau kota Sukabumi, Jawa Barat, berdiri kokoh Pondok Pesantren Azzainiyyah sebagai mercusuar pendidikan Islam yang menggabungkan tradisi salafi dengan pendidikan modern. Berlokasi di Jl. Pondok Halimun, Nagrog, Sinar Barokah, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pesantren ini bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga pusat dakwah yang melahirkan generasi insan kamil. Dengan luas lahan sekitar 7 hektar, Azzainiyyah telah menjadi rujukan bagi ribuan santri, mengukir sejarah panjang sejak berdiri hampir setengah abad lalu. SEJARAH PERJALANAN DAN PENDIRI : Pondok Pesantren Azzainiyyah lahir dari visi seorang ulama karismatik, KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab (Pangersa Uwa atau Ajengan Jejen), yang lahir pada 17 Februari 1955 di Sukabumi. Pendidikannya dimulai di pesantren lokal seperti Pabuaran di bawah KH. Mahmud, lalu Sirojul Athfal (sekarang Almasthurriyyah) Tipar, Riyadhul Mutafakkirin Cibeureum, hingga Sadang Garut dan Miftahu...

Manfaat Kecerdasan Buatan (AI) bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah

Gambar
DOWNLOAD APLIKASI QWEN DI PLAYSTORE Di era digital yang terus berkembang pesat, kehadiran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa angin segar bagi dunia pendidikan, termasuk di tingkat pendidikan dasar seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI). Guru MI, yang memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan dasar keilmuan peserta didik, kini dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang efektif dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas, hingga pengembangan profesional. Berikut adalah beberapa manfaat nyata kecerdasan buatan bagi guru Madrasah Ibtidaiyah. 1. Personalisasi Pembelajaran Salah satu tantangan utama guru MI adalah perbedaan kemampuan belajar antar siswa. AI mampu menganalisis data perkembangan siswa secara individual dan memberikan rekomendasi materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman masing-masing. Dengan sistem berbasis AI, guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih personal, sehingga siswa yang lambat belajar...

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-80

Gambar
Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Perayaan ini bukan sekadar seremonial atau hiasan rutin tahunan, melainkan momen sakral yang sarat makna, refleksi, dan tanggung jawab kolektif sebagai bangsa. Inti dari memperingati hari bersejarah ini jauh lebih dalam daripada sekadar upacara bendera, lomba 17-an, atau dekorasi merah-putih di setiap sudut kota. Hari kemerdekaan adalah pengingat akan perjuangan, pengorbanan, serta janji untuk terus membangun bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat. 1. Mengenang Perjuangan dan Pengorbanan Para Pahlawan Inti pertama dari peringatan kemerdekaan adalah "menghargai jasa para pahlawan" yang telah berjuang, bahkan mengorbankan nyawa, demi terwujudnya Indonesia merdeka. Dari tokoh-tokoh besar seperti Soekarno-Hatta hingga rakyat biasa yang turun ke medan perang, mereka semua memiliki satu visi: membebaskan bangsa dari penjajahan. Dengan memperingati 17 Agustus,...